PROGRAM PEMERINTAH DAN SWASTA DALAM
IMPLEMENTASI TIK UNTUK BIMBINGAN DAN KONSELING
Makalah
disusun
guna untuk memenuhi tugas TIK
Dosen
pengampu:Yoga Eska Pambudi Utama, S.Kom
Disusun
oleh:
Eka
Fitri Ayuningrum (1301413045)
Tara
Gheasanti N. (1301413046)
Syarif
Risky A. (1301413047)
JURUSAN
BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS
ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
NEGERI SEMARANG
2014
KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur kami panjatkan ke
Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-nya
sehingga kami dapat menyusun makalah ini dengan baik dan tepat pada waktunya.
Dalam makalah ini kami membahas mengenai program pemerintah dan
swasta dalam implementasi TIK untuk bimbingan dan konselig.
Makalah ini dibuat dengan berbagai
observasi dan beberapa bantuan dari berbagai pihak untuk membantu menyelesaikan
tantangan dan hambatan selama mengerjakan makalah ini. Oleh karena itu, kami
mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah
membantu dalam penyusunan makalah ini.
Kami menyadari bahwa masih banyak
kekurangan yang mendasar pada makalah ini. Oleh karena itu kami mengundang
pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang dapat membangun kami. Kritik
konstruktif dari pembaca sangat kami harapkan untuk penyempurnaan makalah
selanjutnya.
Akhir kata semoga makalah ini dapat
memberikan manfaat bagi kita sekalian.
Semarang, 08 September
2014
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL
............................................................................................ 1
KATA PENGANTAR ......................................................................................... 2
DAFTAR ISI
......................................................................................................... 3
ABSTRAK ............................................................................................................ 4
BAB I :
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang Masalah ........................................................... 5
1.2 Rumusan
Masalah .................................................................... 6
1.3 Tujuan........................................................................................ 6
BAB II : PEMBAHASAN
2.1 Identifikasi
Peralatan-Peralatan TIK Untuk
Pelaksanaan Pelayanan BK Dan Penerapannya
Dalam Pelayanan BK ............................................................... 7
2.2
Penerapan TIK Dalam Pelayanan BK ...................................... 8
2.3 Penggunaan IT Dalam Layanan BK ........................................ 9
2.4
Jenis-Jenis Konseling yang Memanfaatkan
Teknologi
dalam Layanan BK yang Dilakukan
Oleh Pemerintah
dan Swasta ............................................................................... 9
2.5 ........................................................................................... Piranti Layanan
yang Berbasis TIK ................................................................................................. 14
BAB III :
PENUTUP
3.1 Kesimpulan .............................................................................. 16
3.2 Saran ........................................................................................ 17
DAFTAR
PUSTAKA ................................................................................... ..... 18
ABSTRAK
The
era of globalization causing the appearance of being diversified, the needs of
the individual it relates with the development of technologies and information
that influential to every aspect of life.Various aspect of life adjust to the
development of information technology to create many facilities to individual
unable to meet their needs. The education sector, the government has
intensively apply this technology as a means of facilitating the state programs
with the community.The emergence of depdiknas website, e-learning of
universities in the country and overseas, information scholarship and others in
an online manner accessible by the public wheresoever were very play role to
educate life of the people. The
application of the in the service of guidance and counseling e-counseling,
among other the phone, the internet, a computer and a letter magnetic ( floppy
disk to a floppy ). The
code of conduct in counseling through technology essential information reck;
that activity counseling can run well and a collective goal would be achieved. In service of guidance and
counseling dna-based the internet, a counselor and konseli can make computers
as a means of communication.Tissue as the course of resting on a means or media
telecommunication, as telephone iine and radio waves.Because it is in the form
of space similar to the everyday world, then the internet often called with a
space maya ( cyberspace ). A counselor the existence of service for guidance
and counseling dna-based the internet will open up the opportunity to developed
skills counseling with new ways. Both in terms of scientific counseling itself
and expertise in the harness of technology.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Era Globalisasi
menyebabkan munculnya kebutuhan–kebutuhan individu yang beragam, hal ini berkaitan dengan perkembangan teknologi dan informasi yang berpengaruh kepada setiap aspek kehidupan. Berbagai aspek kehidupan menyesuaikan kepada perkembangan teknologi informasi untuk menciptakan berbagai kemudahan agar individu mampu memenuhi kebutuhannya.
Teknologi informasi dan
komunikasi dimanfaatkan dalam berbagai bidang salah satunya dalam bidang
bimbingan dan konseling. Sebagai seorang konselor diharapkan mampu menguasai
teknologi informasi dan komunikasi untuk mendukung berbagai layanan konseling.
Pemerintah dan swasta
memiliki berbagai kebijakan atau program yang salah satunya memanfaatkan
teknologi informasi dan komunikasi untuk bimbingan dan konseling. Kebijakan
atau program tersebut banyak yang mendukung penggunaan teknologi informasi dan
komunikasi. Salah satu program dari pemerintah yaitu penggunaan teknologi
informasi khususnya komputer kini sudah menjadi mata pelajaran wajib di
sekolah-sekolah, mulai sekolah dasar hingga ke sekolah lanjutan atas dan
sekolah kejuruan. Swasta juga mempunyai peranan dalam pemanfaatan teknologi
informasi dan komunikasi dalam bimbingan dan konseling dengan memanfaatkan
telpon seluler.
1.2 Rumusan Masalah
1.
Apa peralatan-peralatan yang dibutuhkan
TIK untuk pelaksanaan pelayanan BK dan penerapannya dalam pelayanan BK?
2.
Bagaimana
penerapan TIK dalam pelayanan BK?
3. Bagaimana penggunaan IT dalam
Layanan BK?
4. Apa saja jenis-jenis konseling
yang memanfaatkan teknologi dalam layanan BK yang dilakukan oleh pihak
pemerintah dan swasta?
5.
Apa saja piranti
layanan yang berbasis TIK?
1.3
Tujuan
1. Dapat
mengidentifikasi peralatan-peralatan TIK untuk pelaksanaan
pelayanan BK dan penerapannya dalam pelayanan BK.
2. Dapat
memahami bagaimana TIK diterapkan dalam pelayanan BK.
3. Dapat
memahami cara penggunaan IT dalam layanan BK.
4. Dapat
mengetahui semua jenis konseling yang memanfaatkan teknologi dalam layanan BK
yang dilakukan oleh pihak pemerintah dan swasta.
5. Dapat
mengetahui piranti layanan yang berbasis TIK.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Identifikasi Peralatan-Peralatan TIK
Untuk Pelaksanaan Pelayanan BK Dan Penerapannya Dalam Pelayanan BK
Teknologi Informasi dan Komunikasi
merupakan elemen penting dalam kehidupan, Peranan teknologi informasi pada
aktivitas manusia pada saat ini memang begitu besar. Teknologi informasi telah
menjadi fasilitas bagi kegiatan berbagai sektor kehidupan, dan telah menyentuh
layanan bimbingan dan konseling. Teknologi informasi dalam layanan bimbingan
dan konseling masuk kepada dukungan sistem sebagai suatu proses pemberian
bantuan kepada individu (siswa), dilaksanakan melalui berbagai macam layanan. Pada
saat ini zaman semakin berkembang, tidak hanya dapat dilakukan dengan tatap
muka secara langsung, tetapi juga bisa dengan memanfaatkan media atau teknologi
informasi yang ada.
Perkembangan
Teknologi Informasi telah berdampak luas dalam berbagai bidang kehidupan.
Bidang politik, sosial dan budaya, pendidikan, ekonomi dan bisnis telah
mengaplikaskan teknologi informasi dalam memperlancar segala urusan.
Pada
bidang pendidikan, pemerintah telah gencar mengaplikasikan teknologi ini
sebagai sarana mendekatkan program-program pemerintah dengan masyarakat
sehingga dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat dimanapun berada dan sangat
berperan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
Sebelum
teknologi informasi dan komunikasi muncul, seorang konselor sudah dapat
menyelenggarakan kegiatan layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah. Namun
sekarang sudah menjadi keharusan sebagai konselor dapat menggunakan dan
memanfaatkan tekologi yang ada sehingga tidak akan menghambat proses konseling.
2.2 Penerapan TIK Dalam Pelayanan BK
2.2.1
Program Pemerintah Dalam Menerapkan TIK Dalam Pelayanan BK
E-government
mengacu pada penggunaan teknologi informasi oleh pemerintahan, seperti menggunakan
intranet dan internet yang mempunyai kemampuan menghubungkan keperluan
penduduk, bisnis, dan kegiatan lainnya. Pada intinya e-government adalah
penggunaan teknologi informasi yang dapat meningkatkan hubungan antara
pemerintah dan pihak-pihak lain. Penggunaan teknologi informasi ini kemudian
menghasilkan hubungan bentuk baru seperti: G2C (Governmet to Citizen), G2B
(Government to Business), dan G2G (Government to Government). Manfaat
e-government yang dapat dirasakan antara lain:
1.
Pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat, informasi dapat
disediakan 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu, tanpa harus menunggu dibukanya
kantor, informasi dapat dicari dari kantor, rumah, tanpa harus secara fisik
datang ke kantor pemerintahan
2.
Peningkatan hubungan antara pemerintah, pelaku bisnis, dan
masyarakat umum, adanya keterbukaan (transparansi) maka diharapkan hubungan
antara berbagai pihak menjadi lebih baik, keterbukaan ini menghilangkan saling
curiga dan kekesalan dari semua pihak.
3.
Pemberdayaan masyarakat melalui informasi yang mudah
diperoleh. Dengan adanya informasi yang mencukupi, masyarakat akan belajar
untuk dapat menentukan pilihannya. Sebagai contoh, data-data tentang sekolah:
jumlah kelas, daya tampung murid, passing grade, dan sebagainya, dapat ditampilkan
secara online dan digunakan oleh orang tua untuk memilihkan sekolah yang pas
untuk anaknya.
4.
Pelaksanaan pemerintahan yang lebih efisien. Koordinasi
pemerintahan dapat dilakukan melalui e-mail atau bahkan video conference.
Untuk Indonesia yang luas areanya sangat besar, hal ini sangat membantu.
Tanya jawab, koordinasi, diskusi antara pimpinan daerah dapat dilakukan tanpa
kesemuanya harus berada pada lokasi fisik yang sama. Tidak lagi semua harus
terbang ke Jakarta untuk pertemuan yang hanya berlangsung satu atau dua jam
saja.
2.3 Penggunaan IT Dalam Layanan BK
Dalam Standar Kompetensi Konselor Indonesia telah
mengamanatkan kepada para konselor untuk menguasai teknologi informasi untuk
kepentingan pemberian layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah. Identifikasi
layanan Bimbingan dan Konseling yang dapat dilakukan dengan teknologi
informasi. Layanan bimbingan dan konseling dapat dilakukan dengan berbagai
cara, diantaranya :
1.
Konseling
melalui telepon
2. Konseling
melalui Radio dan televisi
3.
Konseling berbantuan komputer yaitu melalui internet.
2.4 Jenis-Jenis Konseling yang Memanfaatkan Teknologi
dalam Layanan BK yang Dilakukan Oleh Pemerintah dan Swasta
1. Konseling
melalui telepon
Kemudahan pengaksesan dalam pemberian layanan Bimbingan dan
Konseling mengikuti tatanan kehidupan masyarakat global diharapkan mampu untuk
memenuhi kebutuhan para konseli yang menuntut pemberian layanan bimbingan dan
konseling yang cepat, luas, dan mudah diakses oleh konseli. Konseling melalui
teleponbiasanya disebut konseling telepon.
Konseling dengan media telepon lebih dikenal dengan sebutan
Video-phone counseling (VPC) merupakan bentuk lain dari konseling telepon.
Namun dalam penggunaan perangkat teknologi komunikasi tambahan yang
memungkinkan konseli dan konselor saling mengenal dan “bertatap muka” melalui
layar monitor (display), Konseling melalui video-phone lebih memungkinkan
terjalinnya interaksi yang lebih baik antara konselor dan klien, dan dapat
lebih mendekati karakteristik konseling tatap muka.
Pemerintah
banyak mendirikan akses-akses telepon yang dapat digunakan oleh masyarakat
untuk melakukan interaksi dan komunikasi.
2. Radio
dan Televisi
Saat ini banyak stasiun radio maupun televisi milik
pemerintah maupun swasta yang acara programnya tentang konseling yang disiarkan
melalui radio atau televisi, yang merupakan
bentuk lain dari konseling telepon. Pada konseling radio, percakapan antara
konselor dan konseli dipancarkan. Pelayanan ini umumnya bersifat informatif
atau advis, jarang hubungan klien dan konselor mencapai taraf yang mendalam dan
intensif. Konseling melalui radio dan televisi memungkinkan permasalahan
konseli diketahui oleh umum, oleh karena itu kerahasiaan identitas konseli
harus benar-benar menjadi perhatian. Permasalahan waktu dan bagaimana masalah
klien akan membatasi keleluasaan dan efektivitas konseling. Hal diatas dapat
direalisasikan dengan menggunakan CMS (Content Management System), CMS secara
umum dapat diartikan sebagai sebuah sistem yang memberikan kemudahan pada para
pengunanya dalam mengelola dan melakukan perubahan isi sebuah website dinamis
tanpa harus dibekali pengetahuan tentang hal-hal yang bersifat teknis. Salah
satu CMS yang dapat digunakan adalah AuraCMS dengan lisensi GPL (General Public
License), open source/bebas dimodifikasi, asli buatan komunitas Indonesia,
mudah dan murah serta berbahasa Indonesia. Layanan Informasi Sekolah yang
dibangun dengan menggunakan AuraCMS akan bersifat dinamis, mudah digunakan,
simple dan mudah dikelola serta memiliki ukuran file yang kecil. AuraCMS dapat
online dalam waktu 1 jam pada server gratis yang banyak ditawarkan di internet.
Dengan demikian AuraCMS direkomendasikan sebagai salah satu Content Management
System yang dapat digunakan sebagai Media Layanan Informasi pada Bimbingan dan
Konseling disekolah.
3. Internet
Banyak
program pemerintah dan swasta yang memberikan pelayanan konseling melalui
fasilitas internet yang sudah kita kenal dengan nama e-counseling (email
counseling). Berikut ini adalah contoh proses konseling via internet :
a. email therapy
Email counseling merupakan proses
terapeutik yang didalamnya terdapat kegiatan menulis selain ada kegiatan
pertemuan secara langsung dengan konselor. Karena, esensi e-counseling
terletak pada menulis. Respon atau bantuan yang diberikan konselor bergantung
pada informasi yang diberikan. Konseli pun tidak perlu mengirimkan
seluruh cerita mengenai masalah yang dihadapi, cukup dengan memilih informasi
yang dirasakan pada satu situasi yang merupakan masalah.
E-mail
merupakan cara paling baru dibandingkan dengan cara-cara yang lain untuk
berkomunikasi secara cepat dan efektif melalui internet. Hal ini tidak
bermaksud untuk menggantikan konseling tatap muka ( face to face ), tetapi
dapat menjadi salah satu cara dalam membantu konseli untuk memecahkan
masalahnya meskipun dalam keadaan jauh dalam hal tanpa bertemu langsung dengan
konselor.
Email counseling merupakan satu cara
untuk berkomunikasi antara konseli dengan konselor yang didalamnya dibahas
mengenai masalah-masalah yang dihadapi koseli, misalnya masalah-masalah yang
berkaitan dengan perkembangan kepribadian dan kehidupan konseli melalui surat
atau tulisan pada internet. Selain e-mail juga bisa dalam bentuk chatting
dimana konselor secara langsung berkomunikasi dengan klien pada waktu yang sama
melalui internet.
Program Pemerintah yang menggunakan
layanan bimbingan dan konseling diantaranya adalah BNN, BKKBN, KPA, Pusat
Rehabilitasi sosial dan sebagainya, dengan adanya email theraphy ini
lembaga-lembaga atau badan pemerintah dapat berkomunikasi dengan klienya tanpa
ketemu secara langsung (face to face)
b. cyber
counseling
Cyber counseling atau konseling maya merupakan penerapan
teknologi ”jalan raya informasi” dengan memanfaatkan jasa teknologi itu
seoptimal mungkin dengan tetap menjaga karakteristik konseling. Dengan demikian
proses layanan bimbingan dan konseling dapat berlangsung lebih efektif dan
efisian sejalan dengan tuntutan teknologi informasi dan komunikasi. Jalan raya
informasi telah berkembang sedemikian rupa sehingga tidak lagi berupa sesuatu
yang asing dan mahal akan tetapi merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari.
Kini jasa internet dengan segala fitur-fiturnya telah sedemikian memasyarakat
dan dirasakan cukup murah untuk dapat diterapkan. Hal yang harus diwaspadai
adalah terkait dengan keamanan data, dampak-dampak negatif, penyediaan
perlengkapan, dsb.
Konseling dapat dilakukan dalam
ruang maya yang tidak memerlukan interaksi tatap muka, melainkan dengan
menggunakan jaringan teknologi informasi dan komunikasi. Dalam implementasi cyber counseling
dapat dilaksanakan melalui kegiatan antara lain:
·
Marketing layanan konseling
·
Penyampaian layanan konseling
·
Penyediaan materi
self-help
·
Supervisi dan riset
Agar cyber counseling dapat terlaksana secara efektif, harus
dikembangkan dengan cermat terutama dalam disain, perencanaan, pelaksanaan,
sumber pendukung, dan evaluasi. Cyber counseling yang tidak dikembangkan secara
cermat, maka kemungkinan akan timbul hal-hal : (1) membatasi kerahasiaan
hubungan konseling, (2) menyampaikan informasi yang tidak tepat, (3) kurang
memberikan intervensi yang sebenarnya diperlukan, (4) dilaksanakan oleh
konselor yang tidak berkewenangan, (5) keterbatasan konselor dalam pemahaman
lokasi dan lingkungan klien, (6) keterbatasan keseimbangan akses terhadap
sumber-sumber konseling, (7) keterbatasan dalam kerahasiaan yang diperlukan,
(8) mendorong adanya penyampaian materi dari konselor yang tidak berwenang.
c. e-counseling.
Sedangkan online adalah dimaknai dalam jaringan atau keadaan
saat sesuatu terhubung ke dalam suatu jaringan atau sistem
internet atau ethernet. Jadi istilah konseling online dapat dimaknai
secara sederhana yaitu proses konseling yang dilakukan dengan alat bantu
jaringan sebagai penghubung antara guru bk atau konselor dengan kliennya.
Syarat-syarat konselor dalam konseling online dan konseling
biasa atau face to face tidak jauh berbeda sebagai berikut:
·
Konselor harus
mempunyai wawasan yang luas
·
Konselor harus
menguasai dan memahami teknologi yang digunakan sekarang ini.
·
Latar belakang pendidikannya harus
dari bimbingan dan konseling dan minimal tamatan strata satu yang memiliki ilmu
bimbingan dan konseling dan harus memiliki ilmu-ilmu tentang mamusia dengan
berbagai macam problematikanya
·
Konselor mampu
memahami karakteristik klien
·
Konselor harus bisa
memguasai semua teknik-teknik dalam konseling
2.5 Piranti Layanan yang Berbasis TIK
Metode
dan teknik bimbingan dan konseling bernuansa teknologi yang mengarah kepada
penggunaan multimedia dan internet merupakan salah satu alternatif piilihan
orang-orang yang membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalahnya. Ahman (2003)
menyatakan bahwa salah satu penggunaan teknologi dalam konseling dimaksudkan
untuk meningkatkan efisiensi kerja yang dapat dijadikan dasar pengembangan
program dan evaluasi hasil layanan, serta untuk kepentingan riset dan
pengembangan.
Pengembangan
layanan bimbingan dan konseling melalui penggunaan multimedia dan internet
telah dilakukan oleh konselor di berbagai negara. Grumet (1979) telah melakukan
konseling melalui telepon, Robson (1998) telah menyelenggarakan dan mengulas
model penyampaian paling baru layanan konseling melalui e-mail, walaupun pada
saat itu masih muncul berbagai pertanyaan.
Bagi
konselor adanya layanan bimbingan dan konseling berbasis internet akan membuka
peluang untuk mengambangkan keahlian konseling dengan cara yang baru, baik dari
segi keilmuan konseling itu sendiri maupun keahlian dalam memanfaatkan
teknologi. Menurut Yusuf (2006) keahlian ini harus memenuhi 12 kompetensi yang
telah dirumuskan oleh Association for Counselor Education and Supervision
(ACES), yaitu:
a. Mampu
menggunakan piranti lunak untuk mengembangkan halaman web, presentasi kelompok,
surat, dan laporan-laporan.
b. Mampu
menggunakan perlengkapan audio visual, seperti rekaman video, rekaman suara,
perlengkapan proyektor, dan perlengkapan konferensi video.
c. Mampu
menggunakan statistika berbasis komputer
d. Mampu menggunakan aplikasi
berbasis komputer untuk tes-tes, melakukan diagnosis, program keputusan karir
bagi konseli
e. Mampu
menggunakan e-mail
f. Mampu
membantu konseli menemukan berbagai informasi terkait dengan keperluan
konseling melalui internet, seperti informasi karir, kesempatan kerja,
kesempatan pelatihan-pelatihan pengembangan diri, bantuan keuangan atau
beasiswa, prosedur penyembuhan hingga informasi mengenai hall-hal pribadi dan
sosial
g. Mengikuti
berbagai kegiatan pengembangan konseling secara online
h. Mampu
menggunakan perlengkapan penyimpanan data melalui CD-ROOM
i.
Mengetahui dan memahami aspek hukum dan
etika terkait dengan layanan konseling melalui internet
j.
Mampu menggunakan internet untuk mencari
berbagai kesempatan dalam rangka meneruskan pendidikan untuk konseling
k. Mampu
mengevaluasi kualitas informasi di internet
BAB III
KESIMPULAN
Teknologi informasi dan komunikasi adalah seperangkat alat
yang dapat membantu masyarakat berkerja dangan informasi dan melakukan
tugas-tugasnya yang berhubungan dengan pemrosesan informasi
sehingga sangat berperan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
Peranan TIK pada bidang
Pemerintahan salah satunya yaitu e-government. E-goverment mengacu pada
penggunaan teknologi informasi oleh pemerintahan, seperti menggunakan intranet
dan internet yang mempunyai kemampuan menghubungkan keperluan penduduk, bisnis,
dan kegiatan lainnya. Pada intinya e-government adalah penggunaan teknologi
informasi yang dapat meningkatkan hubungan antara pemerintah dan pihak-pihak
lain. Penggunaan teknologi informasi ini kemudian menghasilkan hubungan bentuk
baru seperti: G2C (Governmet to Citizen), G2B (Government to Business), dan G2G
(Government to Government).
Penggunaan IT dalam
layanan BK, dapat dilakukan dengan berbagai cara. Diantaranya:
a.
Konseling melalui telepon
b.
Konseling melalui Radio dan televisi
c.
Konseling berbantuan komputer yaitu melalui internet,
seperti: 1. email therapy
2. cyber counseling
3. e-counseling
SARAN
Menyadari
bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya penulis akan lebih
fokus dan details dalam menjelaskan tentang makalah di atas dengan sumber -
sumber yang lebih banyak yang tentunga dapat di pertanggung jawabkan.
Untuk
saran bisa berisi kritik atau saran terhadap penulisan juga bisa untuk
menanggapi terhadap kesimpulan dari bahasan makalah yang telah di jelaskan.
Untuk bagian terakhir dari makalah adalah daftar pustaka.
Demikian makalah yang
kami buat, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca. Apabila ada saran dan kritik
yang ingin di sampaikan, silahkan sampaikan kepada kami.
Apabila ada terdapat
kesalahan mohon dapat mema'afkan dan memakluminya, karena kami adalah hamba
Allah yang tak luput dari salah khilaf, Alfa dan lupa.
DAFTAR PUSTAKA
Simarmata.
2006. Pengenalan Teknologi Komputer dan Informasi. Yogyakarta: Andi
http://bk112092.blogspot.com/2014/01/program-pemerintah-dan-swasta-dalam.html
http://www.scribd.com/doc/197874842/Program-Pemerintah-Dan-Swasta-Dalam-Implementasi-Tik-Untuk-Bk
http://bk112087.blogspot.com/2013/12/program-pemerintah-dan-swasta-dalam.html